Penyebab Stroke (kelumpuhan)


Penderita usia muda meningkat dalam 10 tahun terakhir. Cenderung terjadi karena kebiasaan hidup tak sehat dan memakai psikotropika.

Syafira Aulia, 9, sudah bisa berjalan meski tertatih-tatih. Bicaranya pun sudah mulai lancar. Kursi roda yang biasanya membawa dia ke mana-mana, kini sudah ditinggalkan. Orangtuanya berharap, pelajar SD Al-Azhar, Bekasi itu kembali normal seperti sedia kala.

Awal Maret silam, Caca, panggilan Syafira, terkena stroke. Penyakit itu menyerangnya karena dia memiliki kelainan jantung bawaan. Dinding pemisah serambi kanan dan kiri jantungnya bocor, sehingga darahnya bercampur. Darah menggumpal dan menebal, menyumbat pangkal arteri karotis interna di otak kiri.

Rubrik Medela di majalah Gatra edisi 21-27 Juni 2007 menurunkan kisah Caca dalam artikel mengenai stroke yang mengancam anak-anak. Stroke pada anak sangat jarang. Menurut studi yang dimuat di jurnal Annals of Neurology terbitan 11 Juli 2005, frekuensi kejadian stroke anak adalah 1:5.000. Itu didasarkan pada catatan 200.000 anak yang lahir di California Utara tahun 1997-2002.

Menurut Dokter Hardhi Pranata, ahli saraf di RS Gatot Subroto, Jakarta, sebagian besar terkena stroke jenis iskemia, yaitu yang diakibatkan gumpalan darah. Sisanya menderita stroke hemoragik atau perdarahan.
Jika penyebab stroke pada anak adalah gangguan jantung, sebaiknya jantung anak diterapi dulu. Jika tidak, berbagai penyakit akan timbul.

Sementara itu, majalah Tempo edisi 25 Juni-1 Juli 2007, menurunkan artikel kesehatan berjudul “Stroke Mengancam Anak Muda.” Menurut artikel tersebut, sepuluh tahun belakangan, makin banyak anak muda di bawah 30 tahun yang terserang stroke. Obat psikotropika termasuk pemicunya.

Menurut penelitian Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada 2005-2006, sekitar 20% penderita stroke di rumah sakit tersebut berusia di bawah 40 tahun. Kampanye mewaspadai stroke menyerang kelompok usia muda menjadi fokus bahasan penting dalam peringatan Hari Stroke Sedunia, 24 Juni lalu.

Pada orang lanjut usia, stroke sangat mungkin terjadi karena kondisi pembuluh darah menyempit dan kaku. Akibatnya pembuluh darah gampang pecah atau mengalami penyumbatan sehingga memicu terjadinya stroke. Kondisi seperti ini bisa juga terjadi pada usia muda termasuk anak-anak.

Kebiasaan Tidak Sehat
Yang menjadi kendala, tidak semua rumah sakit di Indonesia dilengkapi fasilitas penanganan stroke. Di Jakarta saja, baru beberapa rumah sakit yang memiliki peralatan cukup lengkap. RSCM, RS Pondok Indah, RS Fatmawati dan RS Pertamina adalah beberapa diantaranya. Di luar Jakarta, baru rumah sakit yang ada di kota besar saja. Padahal penderita stroke, khususnya pada anak muda, justru terus bertambah.

Menurut Silvia Francina Lumempouw, spesialis saraf FKUI/RSCM, penyebab stroke pada anak muda bisa juga karena kelainan pembuluh darah seperti aneurisma atau pelebaran pembuluh darah, sehingga dindingnya menipis dan gampang robek. Penyakit bawaan sejak lahir berupa diabetes tipe 1 dan penyakit jantung juga menjadi pemicu stroke.

Selain itu, kebiasaan tidak sehat seperti merokok, minum minuman beralkohol dan malas berolahraga tidak bisa diabaikan sebagai penyebab stroke.

Ketua Yayasan Stroke Indonesia Mulyono Soedirman menambahkan, tingginya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja turut menyumbang makin banyaknya pasien stroke usia muda. Penggunaan heroin, amfetamin, kokain dan ekstasi bisa mempengaruhi sistem peredaran darah menjadi tidak normal. Efeknya darah gampang menggumpal atau pembuluh darah pecah.

Bagi orang-orang yang beresiko tinggi, harus memperhatikan gejala serangan stroke. Begitu muncul gejala, harus segera ke rumah sakit. Semakin cepat stroke ditangani, tingkat kesembuhannya semakin tinggi. Paling baik ditangani 3-6 jam setelah serangan.

Gejala-gejalanya antara lain bisa berupa kedutan, sakit kepala, pandangan kabur, mual, hingga pingsan mendadak adalah gejala yang biasanya diabaikan kaum muda. RH (Berita Indonesia 42)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s