Category Archives: Ilmu (dasar teori)

KUNCI SEHAT

sebetulnya kalau kita renungkan kesehatan yang komprehensih/holistick di tentukan oleh;
1. kesehatan jasmani
kesehatan jasmani di dapat dengan cara memenuhi kebutuhan nutrisi dengan cara makan makanan yang sehat dan seimbang. olah raga yang teratur untuk menjaga agar organ dapat bekerja dengan baik, pola hidup yang baik dan teratur yang meliputi pola istirahat, pola kerja, pola makan dll yang di maksudkan agar sistem kita berjalan dengan baik.
2. kesehatan ruhani dan pikiran kita,,
kesehatan ruhani yaitu dengan cara mendekatkan diri kepada ALLAH yang Maha segalanya, kedekatan diri kita kepada sang khalik akan menjadikan diri kita merasa tenang. pikiran kita pun harus kita buat sehat dengan cara memberi masukan ilmu yang berguna dan memikirkan hal2 yang positip,dengan pikiran yang positif semangat kita, gerak langkah kita akan menemukan arah yang jelas dan terprogram. Allahu a’lam

nb. secara terperinci akan kita bahas pada postingan selanjutnya

TEORI LIMA UNSUR

Teori lima Unsur I
TCM (traditional Chines Medicine)sangat erat dengan teori ini sebagai dasar diagnose dan pengobatan. Fenomena penyakit banyak dilihat berdasarkan teri ini. Pada dasarnya teori lima unsure adalah terori yang membagi sifat sesuatu berdasarkan fenomena alam yang di hubungkan denngan sifat Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air. Toeri lima unsure pertama kali dikemukakan pada zaman dynasty Yin dan Zhou 1600-221 sebelum masehi. Kelima unsure dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan dan pembentukan materi.
Klasifikasi fenomena Sesuai dengan teori lima unsure
Sifat unsure yang berbeda-beda seperti misalnya kayu bersifat tumbuh keatas, api panas dan berkobar keatas, tanah memeberi kehidupan, logam menurun dan jernihserta air bersifat dingin dan mengalir kebawah.
Berlanjut
Hubungan antara lima unsure tersebut adalah sbb;
1. Hubungan saling membentuk/saling menghidupi /ibu dan anak
Berdasarkan hubunga ini ada unsure yang menjadi ibu dari unsure yang lain, atau dengan kata lain suatu unsure bersifat keibuan(mengasuh,menghidupi, membentu) terhadap unsure lain. Apabila sang ibu sakit maka anakpun bisa ikut sakit, apabila sang ibu dalam kondisi yang tidakmax maka unsure anakpun bisa jadi tidak maksimal.
2. Hubungan saling membatasi/menindas
Hubungan ini mengisyaraktkan bahwa da sutu unsure yan mennjadi pembatas atau bersifat meninda s bagi unsure yang lain, contohnya adalah air membatasi/menindas api.
3. Hubungan saling menghina
Apabila unsure yang bersifat membatasi mempunyai kekutan lebih lemah dari yang di batsai maka akan terjadi hubungan penghinaan dari unsure yang dibatsai kepada unsure yang seharusnya membatasi. Misalnya secara umum air bisa mengendalikan/membatasi api, api bisa mati oleh air tetapi contohnya apabila api berkobar-kobar besar tapi air hanya tersedia sedikit saja ( satu ember dll) maka api akan menghina air karena tidak bisa mengendalikan dirinya,
Dalam kasus penyakit hubungan hubungan ini harus terjalin harmonis, apabila unsure yang satu menjadi dominan maka unsure yang lain akan defisien. Dan terjadi lah hubungan hubungan yang patologis ( menimbulkan sakit)

Energi vital (Ci)

Energi Vital ( Ci)

Energi vital adalah energi yang mengalir keseluruh tubuh melalui jalur-jalur meridian. Energy vital di dapat dari sari pati materi dasar didapat dan berfungsi memberikan energy pada semua bagian dalam tubuh kita sehingga tetap dapat berfungsi.

Manusia dapat melakukan kegiatannya karena adanya energy vital. Energy vital mempunyai nama yang selalu berubah-ubah mengikuti letak dan fungsinya. Energy vital pada lambung disebut energy vital lambung dst.

Energy vital terbentuk ari sari makanan dan udara di paru-paru. Makanan di oleh lambung dan sari makanannya bersama udara bertepu di paru-paru dan berubah menjadi energy vital. Energy vital ini menyebar di seluruh tubuh bersama cairan tubuh. Sebagian energy vital di gunakan untuk beraktivitas dan sebagian yang lain di simpan dalam organ padat antara lain di ginjal. Simpanan energy vital dalam ginjal merupakan cadangan energy vital yang akan di gunakan jika tubuh memerlukan baik untuk kelangsungan hidup maupun maupun diturunkan ke genarasi berikutnya.