Arsip Kategori: Ilmu (dasar teori)

Tubuh Punya Obat Alami Untuk Nyeri Tubuh

Tubuh kita mempunyai zat antinyeri alami yaitu neuropeptida endorgenic morphin atau biasa disebut endorphin atau endorphin dan enkephalin. Enkefalin diproduksi dalam adrenal yang letaknya di ujung atas dari ginjal sedangkan endorphin dibuat di dalam kelenjar pituitary (pituitary glands) yang letaknya di dasar otak. Keduanya adalah sejenis morfin alam. Selain bekerja di otak dan saraf, keduanya beredar bersama aliran darah.
Zat morfin alami ino selalu ada dalam tubuh dengan kadar tertentu. Kadar normal dalam tubuh yang sehat berada di antara kadar minimal dan maksimal. Kadar endorphin yang terlalu rendah akan menimbulkan rasa sakit di bagian tubuh-tubuh, sedangkan jika terlalu banyak, tidak ada rasa sakit dengan akibat organ yang rusak tidak terdeteksi sehingga semakin rusak. Endorphin menutupi rasa sakit yang tidak diperlukan. Contohnya jika kita menekankan lengan di meja, seharusnya terasa sakit karena otot lengan beradu dengan meja yang keras. Namun terasa tidak sakit, karena endorphin (dalam kadar normal) yang meniadakan rasa sakit tersebut.
Kedua zat antinyeri tersebut dapat dimanipulasi dengan olahraga, terutama endorphin. Olahraga dapat memblok rasa sakit karena telah dibuktikan bahwa olahraga dapat meningkatkan produksi endorphin, memperbanyak sirkulasi, melemaskan otot-otot dan memudahkan tidur nyenyak. Dengan demikian, tubuh menjadi resisten terhadap rasa sakit, mampu bertahan terhadap kelelahan dan sakit kepala yang disebabkan ketegangan.

Terapi
Apa pun rasa sakit yang anda alami seperti ditusuk-tusuk, berdenyut, panas atau pedih semua itu tentu ingin anda akhiri. Tujuan terapi adalah meningkatkan kadar endorphin agar rasa nyeri mereda. Selain obat-obatan yang jelas mampu meredam rasa sakit – namun berbahaya karena mempunyai efek negative jika kelebihan dosis – ada banyak cara lain yang dapat dicoba untuk mengurangi bahkan menghilangkannya, misalnya menggunakan pijat, shiatsu, reflesologi, akupuntur, yoga, taichi, berenang, pengobatan herbal, aromaterapi, hipnoterapi, diet dll.
Selain terapi yang diusulkan di atas, berikut ini tiga macam terapi yang aman dan mudah yang dapat anda lakukan sendiri. Asalkan anda lakukan dengan serius, dijamin hasilnya positif. Tubuh anda sehat dan tidak sakit-sakitan. Dan tentu saja terhindar dari rasa sakit kronis.
1. Hipnoterapi
Dokter Tb. Erwin Kusuma, SpKJ (K) yang juga adalah konsultan di bidang hypnosis kedokteran menyatakan bahwa tujuan hipnoterapi adalah meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Caranya dengan relaksasi yaitu mengistirahatkan otak atau jiwa sadar dengan bimbingan ahlinya. Di bidang mental, hipnoterapi digunakan untuk menyehatkan jasmani bioplasmik atau aura; sedangkan di bidang fisik, hipnoterapi diterapkan untuk melancarkan fungsi badan seluler mulai dari sel hingga kesehatan tubuh seutuhnya.
Hipnoterapi terutama bermanfaat bagi penyakit-penyakit fungsional seperti sakit lambung yang disebabkan stress atau sedih. Stress atau sedihnya dihilangkan dengan hipnoterapi maka lambungnya sehat kembali. Bahkan, hipnoterapi juga ampuh untuk menghilangkan sakit saat persalinan.
Tetapi hipnoterapi tidak mungkin mengobati penyakit yang tidak fungsional misalnya penyakit diakibatkan cacat lahir karena hipnoterapi tidak bisa menciptakan organ yang sebelumnya memang tidak ada menjadi ada. Atau wanita yang rahimnya kecil sehingga tidak mungkin hamil. Dalam hal ini hipnoterapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Dalam hipnoterapi, seperti sudah dibuktikan oleh dr. Erwin Kusuma, kadar zat kimia endorphin memegang peran penting dalam penghilangan atau pereda nyeri. Stress atau sedih menimbulkan produksi hormone kortisol yang berlebihan sehingga menekan kadar kortisol yang berlebihan sehingga menekan kadar endorphin. Berakibat, munculnya rasa sakit di titik-titik tubuh yang lemah. Relaksasi yang merupakan tindakan wajib dalam hipnoterapi, bertujuan menurunkan kadar kortisol sehingga endorphin kembali normal. Dengan demikian nyeri dan pegal akan menghilang.
Hipnetapi dapat diajarkan kepada pasien, sehingga pasien dapat melakukannya kepada dirinya sendiri (selfhypnosis). Namun menurut dr Erwin, penggunaan hipnoterapi tidak akan maksimal jika tidak diikuti oleh pola makan yang menunjang dan olahraga teratur.

2. Terapi Pola Makan
Rasa sakit apapun, yang disebabkan oleh rematik, cedera olahraga, atau radang pasti membuat hidup anda tidak nyaman. Tahukah anda bahwa beberapa jenis makanan dapat meredahkan nyeri/ prinsipnya tetap meningkatkan pelepasan endorphin. Cokelat dan cabai misalnya, diketahui mampu meningkatkan kadar endorphin. Makin pedas cabai makin banyak endorphin diproduksi. Sedangkan mengudap cokelat di saat stress, membuat pikiran relaks.
Rasa nyeri lain yang bisa hilang dengan pola makan adalah masalah PMS (premenstruasi syndrome) akibat meningkatnya hormone estrogen, lalu drop secara drastic.
Dengan melakukan perubahan sedikit pada pola makan, anda dapat hidup lebih nyaman karena nyeri mereda. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu mendapat perhatian anda.
1. Yang patut mendapat perhatian anda adalah keseimbangan antara asam lemak omega-6 dan omega 3. Keduanya dibutuhkan tubuh. Tapi konsumsi asam lemak omega-6 berlebihan dapat memicu nyeri, sedangkan omega-3 justru menghambat nyeri. Biasanya kita mengkonsumsi omega-6 lebih banyak daripada omega-3, karena omega-6 bisa didapat dari daging merah dan minyak hidrogenasi (misalnya margarine). Sedangkan omega-3 yang mampu meredakan nyeri bisa didapat dalam ikan laut dalam (salmon, mackerel, halibut dan tuna), flaxseed, minyak kanola dan walnut. Jika dalam pola makan anda tidak terdapat omega-3, maka minumlah suplemen minyak ikan atau flaxseed. Demikian menurut Mark Stengler, ND salah seorang penulis buku Prescription for Drug Aleternatives (2008).
2. Sebaiknya anda tujukan perhatian pada sayuran dan buah-buahan berwarna terang. Mengandung banyak antioksidan yang mampu menghancurkan radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh atau terbawa dari makanan. Ubi yang berwarna (merah/ungu) dan wortel misalnya dihubungkan dengan penurunan kadar rasa sakit. Penelitian ini dimuat dalam Clinical Chemistry, 2007. Sayuran hijau seperti bayam dan sawi hijau misalnya mampu menangkal nyeri karena mengandung vitamin B kompleks (penting untuk mempetahankan kesehatan saraf) dan mineral magnesium (untuk merelakskan otot).
3. Pilihlah karbohidrat kompleks whole grain seperti gandum utuh, beras merah, roti gandum. Bahan pangan ini masih mengandung nutrisi lengkap. Selain membantu menangkal radang juga menjaga keseimbangan gula darah.
4. Keseimbang pH merupakan factor yang perlu mendapat perhatian. Makanan semacam pemanis buatan dan beberapa produk susu, juga protein hewani dapat meningkatkan keasaman darah. Ini meningkatkan nyeri. Terlalu asam akan membebani kelenjar getah bening, mengganggu detoks alami tubuh dan mencetuskan radang. Mark stengler menganjurkan dalams setiap porsi makanan anda, sebaiknya terdiri dari separuhnya sayuran, seperempat proteib dan seperempat sisanya whole grain.
5. Banyaklah minum air putih, selain untuk melontorkan toksin-toksin yang terbentuk dari proses metabolism maupun yang terbawa dari makanan yang disantap, air tidak mengandung kalori sehingga tidak akan mencederai anda. Yang juga baik diminum adalah jus lemon dan parutan mentimun.

3. Olah Raga
Olahraga meningkatkan pelepasan endorphin, yaitu kimia otak yang berinteraksi dengan reseptor otak. Dengan demikian reseptor otak mengubah persepsi anda tentang nyeri dan membantu tubuh memproduksi GABA yaitu sejenis neurotransmitter penghambat nyeri kronis. Dengan kata lain olahraga dapat meredakan nyeri.
Olahraga teratur juga memperbaiki mood yang dapat meredakan rasa sakit. Dalam salah satu laporan Arthritis Care dan Research, para peneliti menemukan bahwa olahraga dua kali seminggu selama delapan minggu secara signifikan memperbaiki kesehatan pasien-pasien arthritis. Jika rasa sakit menghambat anda untuk melakukan olahraga, cobalah dengan berenang, bersepeda atau yoga. Jenis-jenis olahraga tersebut tidak terlalu membebani sendi-sendi.

Terapi “Chiropractic”, Biarkan Tubuh Menyembuhkan Dirinya

Senin, 22 November, 2004 oleh: Gsianturi
Terapi “Chiropractic”, Biarkan Tubuh Menyembuhkan Dirinya
Gizi.net – SAKIT kepala, vertigo, leher kaku, serta nyeri punggung merupakan keluhan yang umum dialami banyak orang.

Acap kali keluhan seperti ini tidak terlalu digubris, bahkan oleh penderitanya. Namun, keluhan semacam itu sebaiknya tidak dianggap enteng karena lama-kelamaan dapat menurunkan kualitas kesehatan seseorang.

Orang biasanya mengonsumsi aspirin atau pelemas otot untuk mengobati sakit kepala atau kaku otot. Namun, pernahkah Anda mempertanyakan apa sebenarnya penyebab berbagai keluhan sakit yang selalu muncul itu? Apa yang membuat hidup terasa tak bisa lepas dari obat sakit kepala?

Saat ini sebagian orang yang sudah jengah dengan berbagai keluhan tersebut mendatangi klinik chiropractic (baca: kairoprektik) dengan harapan dapat menghilangkan keluhan mereka tanpa harus mengonsumsi obat lagi. Bahkan pasien penderita skoliosis (tulang belakang bengkok) karena bawaan lahir atau kecelakaan dapat menjalani terapi chiropractic.

Beberapa tahun terakhir di Jakarta dan Bali mulai bermunculan klinik chiropractic, yang dokternya masih didominasi oleh orang asing. Mereka mendapat izin praktik dari dinas kesehatan setempat. Sampai sekarang di Indonesia chiropractic masih dianggap metode penyembuhan tradisional. Sementara di luar negeri, chiropractic merupakan penyembuhan komplementer yang dapat dijalani berbarengan dengan perawatan medis.

Tinah Tan, dokter chiropractic atau biasa disebut chiropractor, mengatakan, chiropractic merupakan bagian dari ilmu kesehatan modern yang berfilosofi bahwa tubuh mempunyai kemampuan menyembuhkan dirinya sendiri (self-healing). Di luar negeri ilmu chiropractic merupakan bagian dari departemen ilmu kesehatan (health science), yang lulusannya menyandang gelar doctor of chiropractic (DC) di belakang nama mereka.

“Kemampuan tubuh untuk self healing itu dengan catatan susunan saraf harus bagus. Sebab, sistem saraf inilah yang mengontrol fungsi setiap sel tubuh, jaringan, organ, dan sistem tubuh,” ujar Tinah memaparkan, yang mempelajari chiropractic di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT).

Tinah menjelaskan, saraf- saraf pusat tersebut dilindungi oleh 24 tulang belakang yang menjulur dari leher (cervical spine) hingga pinggang (lumbar spine). Gangguan pergerakan (vertebrae subluxation complex) pada salah satu tulang belakang atau dislokasi (berubah tempat) ruas tulang belakang dapat mengiritasi sistem saraf, sekalipun pergeserannya hanya satu milimeter.

Iritasi itu akan menurunkan suplai neuron ke jaringan dan organ. Hal itu lalu mengakibatkan jaringan dan organ tubuh berfungsi tidak optimal, yang lalu menimbulkan berbagai keluhan seperti nyeri punggung, sakit kepala, vertigo.

“Obat memang hanya meredakan symptom (gejala-Red) saja. Tetapi, tidak memperbaiki penyebab munculnya rasa sakit itu. Rasa sakit itu seperti sebuah alarm alami tubuh untuk memberitahu kita ada yang tidak beres dengan tubuh,” kata Tinah menjelaskan.

Masalah pada tulang belakang terjadi, misalnya, akibat kebiasaan kurang baik, seperti tidur dengan posisi yang buruk, mengangkat barang dengan posisi salah, proses kelahiran, cedera olahraga, hingga trauma atau kecelakaan.

Masalah itu, menurut Tinah, pada awalnya boleh jadi tidak menyebabkan rasa sakit sehingga tidak disadari penderitanya. Namun, seiring berjalannya waktu iritasi pada saraf terus menerus terjadi karena dislokasi tulang belakang masih dibiarkan terjadi. Lama-kelamaan penderita baru merasakan berbagai keluhan nyeri pada tubuhnya. Bahkan peristiwa seperti pernah jatuh cukup keras pada masa kanak-kanak sekalipun bertahun-tahun kemudian baru dirasakan sakitnya.

“SEORANG chiropractor mirip seperti engineer khusus tubuh manusia. Dia membetulkan posisi tulang belakang yang tidak selaras atau bengkok ke posisinya yang benar. Koreksi yang kita lakukan seperti melakukan ketok magic,” seloroh Richard S Kane, dokter chiropractic asal Kanada yang berpraktik di bilangan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Kane, yang telah mendalami chiropractic selama 30 tahun terakhir menambahkan, chiropractor mengoreksi dengan kedua tangannya melalui teknik- teknik tertentu, terkadang dibantu dengan peralatan khusus. Kata chiropractic berarti “dikerjakan dengan tangan” sehingga obat dan operasi bukanlah tindakan yang diambil chiropractor.

Salah satu teknik yang digunakan-secara awam-tampak seperti penekanan-penekanan pada bagian-bagian tertentu tubuh. Acap kali chiropractor juga memerlukan foto rontgen tulang belakang untuk memperjelas kondisi pada tulang belakang yang bermasalah.

“Chiropractor tidak menyembuhkan penyakit, melainkan sekadar membantu tubuh dengan membuatnya dalam kondisi optimum untuk menyembuhkan dirinya sendiri,” kata Anthony K Dawson menjelaskan, chiropractor yang berpraktik di kawasan Kuta dan Ubud, Bali. Penyelarasan tulang belakang itulah yang membuat tubuh pada kondisi optimum karena saraf-saraf pusat yang keluar dari susunan tulang belakang berfungsi maksimal untuk menyuplai neuron ke jaringan dan organ tubuh.

Pasien retak dan bengkok tulang belakang akibat kecelakaan juga dapat menjalani terapi chiropractic, seperti yang dilakukan oleh Tridoyo Hendrotomo (41). “Benturan hebat saat kecelakaan enggak bikin saya berdarah-darah, tetapi luka dalam, dan itu ternyata terjadi pada tulang belakang saya,” kata Tridoyo.

Ketika itu Tridoyo tidak mampu menegakkan tubuhnya dan merasakan sakit yang luar biasa pada daerah pinggang hingga menimbulkan rasa panas yang menjalar di seluruh punggungnya. Tridoyo bercerita, setelah kecelakaan terjadi dokter ortopedi yang menanganinya mengatakan bahwa dia harus menjalani operasi tulang belakang karena terjadi keretakan yang cukup serius.

Namun, setelah mencari pendapat lain dari seorang dokter ortopedi, dr Briliantono, ternyata tulang Tridoyo masih dapat diselamatkan tanpa operasi. Dokter itu lalu memberi Tridoyo semacam rompi khusus yang harus digunakannya untuk menyangga tulang belakang. Dia juga merekomendasikan Tridoyo menjalani terapi pemulihan tulang belakang pada dokter chiropractic.

“Setelah melihat hasil CT scan tulang saya yang terakhir, dr Briliantono bilang, jika dahulu tulang belakang saya dioperasi dan berhasil, hasilnya boleh dibilang sama seperti kondisi saya yang sekarang sudah membaik setelah terapi chiropractic,” ungkap Tridoyo, yang kini sudah dapat berjalan seperti sebelum kecelakaan.

Menurut Kane, tulang belakang Tridoyo yang retak itu sebenarnya sudah retak sejak lama. Hal itu bisa jadi disebabkan suatu benturan keras yang terjadi sejak lama, dan selama ini menyebabkan Tridoyo sering didera rasa sakit pinggang. Hal itu memang dibenarkan Tridoyo. Ketika terjadi kecelakaan, bagian yang telah retak dan rapuh menjadi semakin retak dan bergeser.

“Namun, setelah tulang belakangnya kembali selaras, bagaimanapun retak itu tetap ada. Pasien tetap harus merawat baik-baik tubuhnya,” kata Kane.

Sebelum mengikuti terapi chiropractic, sebaiknya Anda mencari tahu asal sekolah chiropractor yang berpraktik. Biasanya chiropractor memasang ijazah mereka pada ruang praktik. Sebab, sejauh ini asosiasi chiropractor di Indonesia belum resmi terbentuk. (SF)

Sumber:

http://www.kompas.co.id/

Mengenal Akupunktur

href=”http://akupresure.files.wordpress.com/2010/10/akupunkture.jpeg”>Netsains.Com – Istilah akupunktur sudah sering terdengar, hanya tak semua orang paham apa arti sesungguhnya. Kenapa sistem tusuk jarum ini bisa menyembuhkan penyakit, dan siapa yang mengembangkannya? Berikut adalah seluk beluk dunia akupunktur.

Apa itu Akupunktur? Akupunktur adalah sebuah teknik pengobatan Timur yang berdasar pada fenomena keseimbangan Yin dan Yang, dengan menggunakan media jarum. Teknik ini telah dilakukan lebih dari 5000 tahun yang lalu di daratan Tiongkok.

Bagaimana cara kerja jarum hingga dapat menyembuhkan penyakit? Dasar pengobatan ini adalah keseimbangan Yin Yang dalam tubuh, maka ketika terjadi penyakit akibat adanya ketidakseimbangan Yin Yang dalam tubuh, sehingga perjalanan Ci’ (energi) tidak lancar. Jarum ditusukkan pada beberapa titik di tubuh yang bertujuan untuk melancarkan jalannya Ci’ agar fungsi tubuh menjadi normal kembali. Prinsip pengobatan akupunktur lebih menekankan pada pencegahan penyakit, juga mengobati pada penyebab penyakitnya.

Apakah sakit ditusuk jarum? Ketika jarum masuk ke tubuh tidak akan terasa sakit, jika teknik penusukan dilakukan dengan benar. Jarum khusus untuk akupunktur sangatlah halus, lebih halus dari jarum suntik terkecil. Jarum suntik ada lubang di tengahnya, tetapi jarum akupunktur tanpa lubang sehingga lebih halus. Akan ada sensasi rasa tebal, ngilu, atau seperti kesemutan ketika jarum telah mengenai tepat pada titik akupunktur.

Apakah aman menggunakan jarum? Bagaimana dengan resiko tertularnya penyakit atau HIV/AIDS? Setiap pasien akan mendapatkan jarum baru pada kunjungan pertama. Setalah dipakai, jarum akan disteril ulang dan dimasukkan ke dalam sebuah tabung kaca dan diberi label nama masing-masing pasien. Jarum tersebut akan digunakan lagi pada pasien yang sama, sebab jarum sekali pakai masih tajam dan dapat digunakan hingga 10-20 kali penusukan. Jarum akan diganti secara berkala setelah 20 kali pemakaian atau telah tumpul/ bengkok sebelum 20 kali pemakaian. Namun jika pasien ingin meminta jarum baru setiap kali kunjungan, bisa saja namun tentunya ada biaya tersendiri untuk jarum baru.

Bagaimana jika jarum patah atau tertinggal di kulit? Pada awal penggunaan akupunktur memang menggunakan media batu tajam atau perunggu, yang beresiko terjadinya jarum patah. Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, jarum yang digunakan pun mengalami perubahan. Jarum akupunktur yang digunakan saat ini terbuat dari bahan logam yang sangat halus dan lentur, sehingga dapat dipastikan jarum tidak akan patah. Tidak percaya? Cobalah patahkan saat anda datang ke tempat praktek akupunktur.

Penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan akupunktur? Segala macam penyakit dapat disembuhkan dengan akupunktur, kecuali penyakit karena infeksi (misal : typus) atau karena kelainan anatomi (misal : patah tulang). Penyakit karena infeksi dapat dibantu dengan akupunktur untuk mengatasi keluhan, misalnya : mual, pusing atau demam pada penyakit typus. Juga pada kelainan anatomi seperti patah tulang, akupunktur dapat membantu untuk mempercepat proses penyambungan tulang setelah operasi. Beberapa jenis penyakit yang hasilnya memuaskan ketika diobati dengan media akupunktur antara lain: Anemia, Amandel, Ambien (hemoroid), ASI kurang lancar, Batu ginjal, Bayi sungsang (melintang), Depresi, Diabetes, Diare, konstipasi (sembelit), Ejakulasi dini, Enuresis (mengompol), Gangguan reproduksi (lama tidak memiliki keturunan), Haid tidak teratur/ nyeri haid, Hipertensi (darah tinggi), Impotensi Insomnia (gangguan tidur), Kecantikan (mengurangi keriput, jerawat, mengencangkan payudara), Kelumpuhan pasca stroke, Maag, Masuk angin, Mempercepat kelahiran yang macet, Mengurangi rokok, Menjaga stamina (daya tahan tubuh), khususnya bagi penderita hepatitis akut maupun kronis, atupun HIV/AIDS untuk membantu leukositisis (pembentukan sel darah putih) sehingga dapat membantu menjaga kestabilan jumlah CD4, Meningkatkan nafsu makan, atau menurunkan nafsu makan bagi yang ingin diet, Menurunkan kolesterol, Muntah-muntah, Obesitas (menurunkan berat badan), Pegal-pegal, reumatik, Pilek kronis karena alergi, Radang tenggorokan, Rambut rontok/ kebotakan, Sakit kepala / migrain, Sariawan, Sesak nafas, Schizofrenia, Vertigo, Dan beberapa penyakit yang lain, selain penyakit karena infeksi.

Apakah akupunktur hanya diperuntukkan bagi orang sakit saja? Tidak. Akupunktur bagi siapa saja yang ingin sehat dan tetap menjaga keseimbangan Yin Yang dalam tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Akupunktur dilakukan untuk menjaga stamina (daya tahan tubuh). Hanya saja mungkin bedanya pada durasinya. Jika sakit seminggu bisa 2-3 kali, namun bagi yang sehat cukup seminggu satu kali untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Prinsipnya hampir sama seperti minum multivitamin, hanya saja ini dengan media jarum.

Lalu bagaimana kita dapat mengetahui apakah pengobatan akupunktur yang kita jalani efektif atau tidak? Seperti halnya mengkonsumsi obat dari dokter, terdapat dosis minimal termasuk waktu mengkonsumsinya (misal sehari 2-3x). Akupunktur juga demikian, tetapi di sini menggunakan seri. Satu seri terapi terdiri dari 12x pertemuan, seminggu 2-3x tergantung penyakit/ keluhan. Perhatikan, jika dalam setengah seri (6x pertemuan) keluhan tidak berkurang atau mungkin bertambah parah, berarti akupunktur tidak bekerja dengan maksimal. Ada dua kemungkinan, titik kurang tepat, atau karena penyakit yang tidak dapat diembuhkan dengan akupunktur saja mungkin butuh tambahan media lain seperti obat-obatan medis atau obat tradisional. Jadi bagi Anda yang ingin mencoba akupunktur, jangan merasa khawatir akan keluar biaya banyak tetapi tidak kunjung sembuh. Anda dapat segera mengevaluasi perkembangan Anda setelah 6x menjalani terapi.

Adakah efek samping berbahaya dari akupunktur? Akupunktur adalah teknik pengobatan yang aman, sebab tidak memasukkan zat apapun ke dalam tubuh, kecuali menggunakan media jarum untuk merangsang beberapa titik di tubuh yang membantu menyembuhkan penyakit. Tidak ada efek samping berbahaya. Seburuk-buruknya dampak dari ketidakberhasilan akupunktur adalah penyakit tidak sembuh. Sangat jarang terjadi kasus dimana penyakit bertambah parah karena akupunktur.

jam Piket Organ

Jam piket Organ

SEMOGA BERMANFAAT. Rgds. ISWARDENI

Mengikuti prinsip-prinsip dasar Pengobatan Tradisional Cina yang sudah
dikenal sejak 5.000 tahun lalu, siklus energi tubuh dibagi dalam
perhitungan 24 jam siklus energi untuk ke-12 meredian (jalur energi)
Organ Penting tubuh. Dalam waktu 24 jam, kita melalui dua jam piket
puncak dan dua jam piket lemah dari masing-masing 12 meredian organ
penting di dalam tubuh kita. Jadi, tiap meredian mempunyai dua jam piket
puncak dan dua jam piket lemah yang berbeda 12 jam.
Misalnya jam piket puncak usus besar adalah pukul 05.00-07.00, maka 12
jam kemudian adalah jam piket lemahnya, yaitu 17.00-19.00. Sehingga
untuk jam buang air besar (BAB) yang terbaik adalah dalam jam piket
puncak (paling tidak sekitar jam puncak) pada saat energi di usus besar
dalam keadaan prima mengingat BAB juga membutuhkan energi.
Berikut ini adalah daftar dari jam piket:
1.Meredian Paru-Paru pukul 03.00 -05.00
2.Meredian Usus besar pukul 05.00-07.00
3.Meredian Lambung pukul 07.00-09.00
4.Meredian Limpa pukul 09.00-11.00
5.Meredian Jantung pukul 11.00-13.00
6.Meredian Usus Kecil pukul 13.00-15.00
7.Meredian Kandung Kemih pukul 15.00-17.00
8.Meredian Ginjal pukul 17.00-19.00
9.Meredian Selaput Jantung pukul 19.00-21.00
10.Meredian Tri Pemanas pukul 21.00-23.00
11.Meredian Kandung Empedu pukul 23.00 -01.00
12.Meredian Hati pukul 01.00-03.00
Berdasarkan jam piket organ tersebut, kita bisa mengamati kesehatan diri
sendiri, misalnya bila setiap pukul 03.00 Anda terbangun, atau masih
asyik kerja larut malam, menulis (seperti siapa ya? he4) dan sulit tidur
kembali, maka energi pada Liver atau Paru-Paru dalam keadaan kurang
seimbang (jam piket liver pukul 01.00-03.00); sedangkan jam piket
paru-paru pukul 03.00-05.00. Selain itu, mulai pukul 21.00, tubuh
membutuhkan istirahat untuk mengeluarkan racun (de-toxin), jika tidak
akan menambah BEBAN bagi LIVER. Tubuh MEMBUTUHKAN DELAPAN JAM ISTIRAHAT
TERATUR.
Idealnya mulai pukul 21.00 sudah mulai istirahat agar tubuh istirahat
dengan cukup. Apabila sampai pukul 21.00 belum tidur, diusahakan agar
tubuh dalam keadaan relaks dan tidak bekerja. (Nah, ini TANTANGAN PALING
TERBERAT bagi si penderita ini karena biasa “bekerja lagi” mulai pukul 9
malam hingga… hehe). Dan pada jam piket paru, detox terjadi dalam
keadaan terjaga. Bagi orang yang terbiasa bangun pagi (sebelum matahari
terbit atau sebelum pukul 05.00) apalagi langsung olah raga, biasanya
paru-parunya dalam keadaan sehat karena pasokan oksigen bisa berlangsung
lebih maksimal.
Hal ini akan membawa pengaruh positif terhadap kesehatan secara
menyeluruh. Sedangkan usus besar mulai bekerja untuk membuang racun
dalam tubuh (pukul 05.00-07.00) dan tentu saja berlangsung secara sadar
dalam keadaan terjaga. Kedua organ itu berada dalam keadaan puncaknya
dan membutuhkan kesadaran Anda, terjaga bukan dalam keadaan tidur. Pada
orang yang tidurnya larut malam dan bangun siang, maka proses jam piket
tubuh menjadi terganggu dan hal ini bisa MENGGANGGU KESEHATAN.